Begadang Sambil Main Ponsel, Wanita Ini Ditemukan Tewas Sambil Memegang Ponsel, Tak Disangka Kebiasaan Itu Bisa Sebabkan Penyakit Tak Terdeteksi Ini

Begadang Sambil Main Ponsel, Wanita Ini Ditemukan Tewas Sambil Memegang Ponsel, Tak Disangka Kebiasaan Itu Bisa Sebabkan Penyakit Tak Terdeteksi Ini

 Kabar Karawang
Senin, 15 Juni 2020

Hampir sebagian besar orang memiliki kebiasaan bergadang sambil main ponsel.

Semenjak era digital ini, kebiasaan ini tampaknya memang sangat menggoda, terlebih kini kita bisa melakukan banyak hal hanya melalui genggaman saja.

Seperti berbelanja online, melihat kabar, bermain game, hingga melakukan pembayaran.

Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan.

Melansir Eva.vn, dalam sebuah kasus ada seorang wanita yang ditemukan tewas, saat begadang sambil main ponsel.

Menurut keterangan, kisah ini terjadi di provinsi Zhejiang, China, seorang wanita bernama Dong meninggal dalam kondisi masih memegang ponselnya.

Pada saat ditemukan, ponselnya melakukan aktivitas sedang menjelajadi situs belanja online di internet.

Dong memiliki dua anak kecil, seorang gadis berusia 6 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 2 tahun.

Karena siang harinya dia sangat sibuk, dia tidak punya waktu untuk menggunakan ponsel.

Jadi dia bermain ponselnya pada malam hari, saat kedua anaknya sedang tertidur, hingga memiliki kebiasaan begadang sambil main ponsel.

Dong biasa begadang sambil main ponsel sampai jam 1 atau jam 2 pagi.

Selama begadang dia sering menelusuri jejaring sosial dan melihat-lihat di situs belanja online.

Setelah keseringan melakukannya, hal itu menjadi kebiasaanya hingga membuatnya hampir tidak bisa tidur, tanpa bermain ponsel.

Paginya, ibu mertua memanggilnya dua kali tetapi dia tidak melihat menantu perempuannya keluar dari dalam kamarnya.

Sehingga ibu mertuanya mendatangi kamarnya, saat masuk dia terkejut mendapati Dong dalam kondisi miring tak sadarkan disi sambil memegang ponsel.

Dia melihat kondisi tubuh Dong sangat kaku, jadi dia segera memanggil dokter.

Tak disangka dia sudah meninggal dunia, dokter awalnya menduga Dong meninggal karena serangan jantung, disebabkan tubuhnya terlalu lelah.

Namun, faktanya Dong ternyata meninggal karena kurang tidur, ini adalah penyakit tak kasat mata yang sedikit disadari orang-orang.

Kurang tidur menyebabkan kantuk berlebihan pada siang hari, suasana hati yang tertekan, kinerja pekerjaan yang buruk obesitas, dan kualitas hidup rendah.

Menurut penelitian gangguan tidur menyebabkan AS menelan biaya 100 miliar Dollar AS per tahun karena kurangnya produktivitas, biaya medis, cuti sakit, dan kerusakan properti.

Sementara itu, kurang tidur menyebabkan risiko kematian tinggi dibandingkan mereka yang cukup tidur.

Lebih penting lagi, orang yang kurang tidur juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami sakit.

Selain itu, dampaknya juga berujung dengan depresi, menurut sebuah survei, orang yang mengalami stress atau depersi memiliki jumlah tidur rata-rata kurang dari 6 jam semalam.

Sementara itu, tidur cukup ternyata bisa membantu orang memiliki umur panjang, dari 16 studi, menemukan mereka yang tidur lebih atau kurang 8 atau 7 jam, memiliki risiko meninggal dini 30%.#!