Kades-Kades Ingin Hajatan dan Izin Rame-Rame Normal Lagi

Kades-Kades Ingin Hajatan dan Izin Rame-Rame Normal Lagi

 Kabar Karawang
Selasa, 16 Juni 2020

Sudah hampir empat bulan, masyarakat menahan diri untuk tidak menyelenggarakan resepsi seperti pernikahan dan khitanan, termasuk mengundang acara hiburannya selama Pandemi Covid-19. Dalih larangan mengumpulkan banyak orang dan mengundang orang berhimpun, menjadi acuan agar perayaan resepsi harus di tunda selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum di cabut. Disisi lain, justru sejumlah pejabat dan lintas partai politik yang berkerumun, hingga pengambilan bansos di kantor pos tanpa sosial distancing dan protokol kesehatan, sudah nampak tanpa penindakan konkrit. 


Kades Muktijaya Sawa Isyirat mengungkapkan, kondisi PSBB entah sampai kapan berakhir, karena masyarakat sudah banyak menanyakan terkait kebolehan atau tidaknya mendirikan tenda saat resepsi pernikahan, mengundang handai taulan lebih-lebih sampai pada izin rame-rame hiburan. Diantara mereka, ada yang sudah memberikan uang muka ke pihak akomodasi tenda, hiburan maupun WO, tapi masih belum juga diberikan izin untuk menyelenggarakan resepsi. Sesekali memang ada upaya di longgarkan, dimana resepsi selain harus lapor Polisi, pihak Dinas Kesehatan juga wajib mendapat tembusan agar pengetatan protokol kesehatan bisa dilakukan. Tapi, meskipun demikian, ia masih balik khawatir kalau mengeluarkan izin, karena sesekali bisa mendadak ada larangan sewaktu-waktu kasus Covid-19 meningkat. "Kasihan masyarakat, banyak yang tanya soal izin rame-rame, apakah sudah boleh gelar hajatan dengan hiburan dan undang-undangan kerabat dan handai taulan, " Katanya.

Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Cilamaya Kulon ini menambahkan, sejauh ini pihak desa masih memilih saklek, daripada longgar terus mengizinkan, tapi ditengah perjalanan mendadak di larang, yang kecewa adalah masyarakat sendiri pada pemerintah desa."kita mah sudsh saklek saja, ngasih izin juga takut di tengah-tengah gak konsisten, " Keluhnya. 

Kapolsek Cikampek, Kompol Suprawadi SH mengatakan, selama PSBB semua kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, masih dilarang. "Jelas, selama PSBB, ya tetap dilarang, " Katanya. (Rd)