Pembelajatan Jarak Jauh, Siapa Peduli Kuota Internet Siswa ?

Pembelajatan Jarak Jauh, Siapa Peduli Kuota Internet Siswa ?

 Kabar Karawang
Senin, 13 Juli 2020

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak semudah yang dibayangkan. Siswa yang diharuskan belajar dari rumah, harus berbayar mahal agar bisa mengikuti materi pelajaran. Selain di anjurkan memiliki HP Smartphone/Laptop di rumah, memiliki akun Gmail hingga pembelian kuota internet menjadi keharusan yang sulit dihindari. Selain wajib absen dengan foto selfie berseragam sekolah dari rumah, PJJ yang di mulai pada 20 Juli tingkat SMP itu juga, harus ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) via Dalam Jaringan (Daring). 


Wakil Kepala Mts Negeri Cilamaya, Amsori mengatakan, awal tahun ajaran, harus di mulai pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) lagi. Salah satunya, dihadapkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring. Siswa, sebutnya, belajar dari rumah menggunakan aplikasi zoom meeting, sementara gurunya mengajar tetap dianjurkan dilakukan di sekolah. Otomatis, karena harus menggunakan aplikasi, maka HP Android jadi keharusan di miliki para siswa, bahkan agar tidak tertinggal pelajaran, maka paket kuota internet harus ontime dan ditanggung pihak siswa dan orangtuanya. "Ya paket internet itu, madrasah tidak menganggarkan, kecuali bagi guru net di sekolah, bagi siswa ya ditanggung orangtua/siswa, " Katanya. 

Senada dikatakan Guru SMPN 1 Karawang Barat, Nanang S.pd. Sampai ada arahan lebih lanjut, maka MPLS dilakukan secara daring 15 - 17 Juli, sementara untuk PJJ di mulai pada 20 Juli mendatang. Harus memiliki HP android/laptop di rumah berikut kuotanya, menjadi tuntutan sekaligus kebutuhan yang sebisa mungkin dipenuhi oleh orang tua siswa saat ini. "Ya karena pake daring, maka itu jadi tuntutan sekaligus kebutuhan yang sebisa mungkin di penuhi orangtua, " Katanya.