Ridwan Kamil soal SMAN 2 Bekasi Tatap Muka saat Orientasi: Harusnya Dilarang

Ridwan Kamil soal SMAN 2 Bekasi Tatap Muka saat Orientasi: Harusnya Dilarang

 Kabar Karawang
Selasa, 14 Juli 2020

Gubernur Jabar Ridwan Kamil merespons masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) atau orientasi sekolah di SMAN 2 Bekasi yang melibatkan perwakilan murid untuk tatap muka. Harusnya, masa orientasi digelar penuh secara online.

Menurut Ridwan Kamil, sekolah yang menggelar orientasi, tapi wilayahnya tak berada di zona hijau dipastikan melanggar ketentuan. Ridwan Kamil akan mengecek zonasi di sekolah itu.

foto ilustrasi

"Saya sudah tegaskan, selama tidak bisa membuktikan sekolahnya tidak berada di zona hijau, maka aktivitas tatap muka dilarang. Saya akan cek, apakah zona hijau. Kalau tidak, berarti ada pelanggaran, kalau iya, artinya ada diskresi," kata Ridwan Kamil di Makodam III/Siliwangi, Senin (13/7).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Emil itu mengimbau kepada masyarakat dan media agar turut memantau jika ada kegiatan tatap muka dilakukan di sekolah, padahal sekolah itu tidak berada di zona hijau. Kegiatan MPLS jika tak berada di zona hijau, sebaiknya dilakukan secara online atau daring.

"Selama belum berstatus hijau maka tatap muka itu tidak boleh dilakukan sehingga MPLS karena hari ini hari pertama tahun ajaran baru, semua masih dilakukan secara daring atau online," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, untuk Pembukaan MPLS di SMAN 2 Kota Bekasi dilaksanakan tatap muka. Namun, hanya dihadiri oleh perwakilan setiap kelas. Dari total 12 kelas siswa kelas X, masing-masing masih kelas diwakili oleh empat orang siswa. Total keseluruhan siswa kelas x ada 432 orang.

"Perwakilan tiap kelas empat orang, jadi kurang lebih 48 (perwakilan siswa baru yang hadir)," terang Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bekasi, Ekowati, Senin (13/7).***