×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Unpad Luncurkan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Akademik

Minggu | 5/30/2021 02:48:00 AM WIB

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan buku pedoman penulisan karya ilmiah akademik untuk laporan tugas akhir, skripsi, tesis, hingga disertasi. Buku pedoman ini diharapkan memudahkan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah.

Koordinator penyusunan buku pedoman Lina Meilinawati menjelaskan, buku pedoman ini disusun untuk menjadi acuan resmi dalam penulisan karya ilmiah. Selama ini, kata dia, belum ada pedoman resmi yang bisa dijadikan acuan, sehingga beberapa akademisi memiliki mazhab penulisan karya ilmiah berdasarkan pengalamannya. Hal ini memunculkan sejumlah perdebatan mengenai tata cara penyusunan skripsi.

"Adanya buku pedoman ini bukan mengerangkeng, tetapi ada acuan," kata Lina, mengutip siaran pers Unpad, Selasa, 25 Mei 2021.

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset FIB Unpad itu menuturkan, buku pedoman ini mengacu langsung pada format sitasi yang dikeluarkan organisasi American Psychological Association (APA). Format APA merupakan standar penulisan karya ilmiah untuk ilmu-ilmu sosial.

"Kita lebih ke APA karena itu berlaku secara internasional," ungkapnya.

Melalui buku pedoman ini, penulisan karya ilmiah, baik tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi, disesuaikan dengan standar APA. Artinya, ada sejumlah penyesuaian format dari yang selama ini dilakukan.

Lina menjelaskan, penyesuaian pertama adalah jumlah bab dalam skripsi. Sesuai standar APA, jumlah bab pada skripsi terdiri dari lima bab, yaitu pendahuluan, landasan teori, obyek penelitian dan metode, analisis, serta simpulan.

Selain itu, sistem APA juga menekankan pada penyusunan karya ilmiah yang ramah lingkungan. Format spasi diperkecil menjadi 1,5 untuk mengurangi jumlah halaman. Pencetakan karya ilmiah juga boleh dilakukan secara bolak-balik, sehingga meminimalkan jumlah penggunaan kertas untuk karya ilmiah.

"Mahasiswa juga tidak perlu lagi mengumpulkan skripsi dalam bentuk cetak ke prodi. Format cetak hanya untuk perpustakaan, sedangkan untuk prodi cukup menggunakan format digital," terangnya.

Penyusunan buku pedoman ini dilakukan oleh sejumlah dosen di FIB Unpad. Pedoman ini juga bisa menjadi acuan untuk penyusunan karya ilmiah di luar FIB maupun untuk program studi sains.

"Ke depan harusnya semua fakultas maupun semua universitas memiliki pedoman yang bisa diacu bersama," ungkap Lina.****medcom

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS